Orang Bingung dengan Strategi Jokowi


jokowi makan tempe Solo- Calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi mengaku strategi kemenangan dia tidak perlu diumbar. Digulirkan saja programnya.

Hal itu dikatakan Jokowi saat menjawab upaya kampanye hitam yang makin serius terhadap dirinya dan pasangannya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Yang mau membendung itu siapa. Lengah apanya. Kita kerja tidak pernah kelihatan. Sekarang kita kerja apa kelihatan, tidak pernah kita tunjuk-tunjukkan,” ujar Wali Kota Solo itu saat ditemui wartawan di Loji Gandrung, Solo, kemarin (23/8).

Seperti diketahui, sejumlah spanduk yang mendiskreditkan Jokowi-Ahok, tayangan video, broadcast message hingga ceramah berbau SARA terus bermunculan menjelang putaran kedua pada 20 September mendatang.

Pria murah senyum itu memaparkan, saat pasangan Jokowi-Ahok unggul di  putaran pertama Pemilu Kada DKI Jakarta 11 Juli lalu, strategi pemenangan tidak perlu diperlihatkan secara luas ke publik.

“Kami mau umpan pendek, orang tidak tahu. Kami main umpan panjang  orang juga tidak tahu. Kami membuat operan menikung juga tidak tahu. Apa setiap strategi kita sampaikan? Kan tidak…,” ujarnya.

Menurutnya, tim Jokowi-Ahok selama ini tidak memiliki strategi khusus atau yang canggih seperti calon lainnya. Pasalnya, memakai strategi model itu membutuhkan dana sangat banyak.

“Dana dari mana? Tidak usah strategi-strategi pemenangan. Pokoknya ide jalankan, gagasan dijalankan saja,” ujar kandidat DKI-1 yang diusung PDIP dan Partai Gerindra itu.
Jokowi menambahkan karena mereka tidak memakai strategi yang biasa dipakai ‘orang-orang pinter’, maka banyak orang bingung mencari strategi pemenangan Jokowi-Ahok.

“Mau ke pasar kami ke pasar, ke kampung diikuti ke kampung. Kami keluarkan kartu sehat, ikut-ikutan keluarin kartu ya tidak apa-apa. Kami keluarkan kartu pendidikan, ikut-ikutan keluarkan kartu ya tidak apa-apa. Tapi orang tahu itu ide pertama dari kita,” paparnya dengan nada suara kalem.

Dari catatan KPU DKI Jakarta, adapun jumlah dana sumbangan yang digunakan pasangan calon gubernur/wakil gubernur Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli untuk kampanye putaran pertama pemilu kada 2012 adalah sebesar Rp62.574.182.486 dari total penerimaan sebesar Rp62.626.587.382.

Pasangan pemenang pemilu kada putaran pertama, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama dilaporkan menggunakan dana kampanye sebesar Rp16.089.431.757 dari total penerimaan sebesar Rp16.314.780.019.

Pada pemilu kada DKI Jakarta 11 Juli lalu, pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli meraup 1.476 648 suara (34,05%) dan pasangan Joko Widodo dan Basuki T Purnama unggul dengan mendapatkan 1.847.157 suara (42,6%).

(bs/uy/kw/kp)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s