Jokowi kerap keliru menyimpulkan


jokowi dan ahok ketawaJakarta – Calon gubernur (cagub) DKI Jakarta dari jagoan PDI Perjuangan, Joko Widodo, kerap mengambil kesimpulan keliru. Jokowi begitu Joko Widodo akrab disapa juga sering menggampangkan masalah di ibukota.
Penilai itu disampaikan pakar hukum tata pemerintahan DR. Ryaas Rasyid, seperti dikutip dari rmol, Selasa (31/7). Dikatakan Ryaas, Jokowi kerap melihat persoalan dengan sepotong-potong, tidak mendalam.
Dijelaskannya, Jokowi terlalu membesar-besarkan urusan APBD ini untuk memberikan kesan bahwa pemerintahan Fauzi Bowo gagal menggunakaan dana APBD yang begitu sebesar untuk pembangunan Jakarta.
“Untuk mendukung pernyataan dia (Jokowi) menghitungnya dalam lima tahun. Lalu dia mengatakan: ini sangat besar. Pernyataan ini memberi kesan ke publik bahwa kalau dia gubernur dia bisa menyelesaikan segala macam arena uangnya berlebihan,” kata Ryaas.
Menurutnya, pendapat yang disampaikan Walikota Solo itu terlalu ngawur, tanpa melakukan perhitungan. Selain itu, dia juga mengabaikan DPRD yang membuat keputusan anggaran APBD DKI.
“Tanpa kalkulasi, tanpa menghitung anggaran, dan tanpa mempertimbangkan bagaimana anggaran harus digunakan. Juga mengabaikan persetujuan DPRD untuk menetapkan anggaran,” masih kata Ryaas Rasyid.
Jokowi berpasangan dengan Basuki T. Purnama alias Ahok dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Sejauh ini pasangan itu memenangkan putaran pertama. Jokowi dan Ahok akan berhadapan dengan pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli dalam putara kedua tanggal 20 September mendatang. [mar]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s