Bahtiar: Sudahlah, PKS dan PPP dukung Fauzi Bowo saja


Bachtiar Effendi Dekan FISIP UINJakarta – Ideologi mestinya menjadi panduan dan jangkar dari kegiatan politik partai-partai politik Islam. Sementara saat ini partai Islam terlihat seperti mengalami kegamangan dalam hal mensinkronkan ideologi dan praktik politik. Kegamangan ini terlihat begitu nyata dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta yang memasuki putaran kedua.

Demikian disampaikan Gurubesar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Profesor Bahtiar Effendy, mengomentari keragu-raguan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk memberikan dukungan kepada tokoh Muslim Jakarta, Fauzi Bowo.

“Saya merasa aneh, tidak habis pikir dan kesulitan memahami pikiran partai-partai islam dalam kaitannya dengan pilkada DKI Jakarta. Ada kesenjangan antara dimensi ideologis dan politis. (Partai Islam) tidak bisa mensinkronkan ideologi partai Islam dan praktik politik,” ujar Bahtiar Effendy kepada wartawan, Sabtu malam (28/7).

Mestinya, sambung doktor ilmu politik dari Ohio State University itu, dalam konteks putaran kedua ini partai Islam bergabung dengan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli yang secara ideologis lebih terlihat lebih Islam dibandingkan Joko Widodo dan Basuki T. Purnama alias Ahok yang didukung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra.

“Saya tidak bisa membayangkan kalau partai Islam mendukung Jokowi dan Ahok lantas di tengah jalan Jokowi meninggalkan kepemimpinanyan di DKI Jakarta, lalu Ahok secara konstitusional menjadi gubernur, bagaimana perasaan atau rasionalitas ideologis partai Islam,” katanya lagi.

Keputusan partai Islam dalam hal ini cukup menarik untuk ditelisik, katanya lagi, karena kedua partai itu mengadopsi sumber hukum Islam dalam Anggaran Dasar mereka. “Kalau nanti, misalnya, PKS dan PPP tidak mendukung Fauzi Bowo saya khawatir mereka kehilangan legitimasi ideologis pada persitiwa politik yang akan datang. Konstituen tidak akan percaya lagi,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah ini.

Bagaimana bila PKS dan PPP memilih abstain?

Menurut Bahtiar, abstain dan tidak melibatkan diri pada pertarungan di putaran kedua juga bukan merupakan langkah politik yang positif bagi kedua partai itu.

Hal lain yang disampaikan Bahtiar, dirinya membedakan sikap politik partai Islam dengan sikap politik umat Muslim. Sikap politik partai Islam seharusnya sangat tegas mengingat nilai-nilai yang dikandung dalam AD partai. Sementara sifat dan sikap politik pemilih Muslim, seperti halnya pemilih-pemilih dari kelompok yang lain, lebih cair dan pragmatis.

//rmol.guh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s