Kutu Loncat Seperti Ahok Perlu Belajar


Berbeda dengan pasangannya Joko Widodo (Jokowi) yang laris manis di media massa, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok kini tampaknya menghilang dari peredaran berita. Entah strategi konsultan PR-nya atau memang atas kesadaran sendiri Ahok mengurangi penampilannya di media massa.

Tapi lepas dari itu semua, sebagai politikus yang sering pindah-pindah partai, Ahok  perlu menyimak pendapat   Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

Menurut Idrus, kader-kader yang suka pindah-pindah partai atau kutu loncat tidak hanya keprihatinan bagi partai, namun juga bagi bangsa. Kader-kader seperti itu dinilai  berpolitik tanpa ideologi.

“Ini ancaman bagi bangsa sebab kalau orang-orang pindah partai dan tidak terikat lagi oleh ideologi. Ingat berpolitik itu berjuang untuk cita-cita bukan hanya berjuang untuk sebuah kursi,” kata Idrus Marham di seperti dikutip Berita Satu.com.

Doktor Politik dari UGM itu mengatakan dengan adanya kader yang mudah berpindah partai, akan memperkuat dugaan masyarakat selama ini para elite partai hanya ingin kekuasaan. “Panduan politik kita ideologi bukan hanya sekadar duduk di DPR dan sekadar jadi menteri, menjadi DPR dan menteri merupakan bagian instrumen untuk digunakan mencapai cita-cita partai,” katanya.

Seperti diketahui, sejak terjun ke politik pada 2004 lalu, Ahok terhitung beberapa kali pindah partai. Melalui sebagai kader Partai Indonesia Baru, Ahok maju menjadi bupati Belitung Timur. Tidak lama kemudian, Ahok mengundurkan diri agar bisa maju menjadi calon gubernur Bangka Belitung. Ahok  kalah dalam pertarungan ini, dan kemudian masuk ke Partai Golkar.

Dalam Pemilu 2009, Ahok berhasil menjadi anggota DPR-RI dari Partai Golkar, tapi pada 2012 mengundurkan diri agar bisa menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra.

Menjadi menarik untuk mempertanyakan, sejauh mana sebetulnya Ahok membangun ideologinya dalam berpolitik. Dan lebih penting lagi, sebetulnya apakah Ahok ini punya ideologi? Jangan-jangan ideologinya adalah bagaimana bisa meraih kekuasaan yang setinggi-tingginya.

Jangan-jangan semangat Jakarta Baru yang kini Ia usung bersama pasangan Jokowi hanyalah sebatas untuk gimik pencitraan diri, bukan dibangun atas semangat ideologi melakukan perubahan untuk Jakarta.

http://politik.kompasiana.com/2012/07/26/kutu-loncat-seperti-ahok-perlu-belajar-ke-idrus-marham/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s